19 February 2026
Wisata

Senja Ramadan di Bogor: 5 Spot Ngabuburit Favorit dari Taman Sempur hingga Pakansari

Senja Ramadan di Bogor: 5 Spot Ngabuburit Favorit dari Taman Sempur hingga Pakansari

Langit di atas Taman Sempur mulai berubah warna ketika Raka menggelar tikar tipis di atas rumput. Angin sore membawa aroma gorengan dari seberang jalan. Di kejauhan, anak-anak berlarian mengejar bola, sementara sepasang ibu sibuk membuka kotak takjil yang baru dibeli.

“Masih setengah jam lagi,” ujar Raka sambil melirik jam di ponselnya.

Waktu menjelang magrib selalu terasa lebih panjang di bulan Ramadan. Namun di Bogor, waktu yang melambat itu justru menjadi momen yang ditunggu. Kota Hujan punya banyak ruang terbuka yang berubah menjadi panggung kecil kebersamaan. Dari pusat kota hingga pinggiran, warga mencari satu hal yang sama: tempat menunggu azan dengan rasa hangat dan tenang.

Bagi banyak orang, memilih spot ngabuburit di Bogor bukan sekadar soal lokasi, melainkan pengalaman. Ada yang datang untuk berburu takjil, ada yang ingin sekadar duduk santai, dan ada pula yang mencari ruang aman untuk anak-anak berlarian.

Berikut lima tempat yang setiap Ramadan hampir selalu dipenuhi cerita.

Baca Juga: Sop Buah Pak Ewok, Tempat Makan Enak dengan Playground Ramah Anak Cocok Untuk Family Time

1. Taman Sempur

Maps/Mia Amalaia

Taman Sempur seperti ruang keluarga besar bagi warga Bogor. Letaknya yang strategis, tepat di pusat kota dan bersebelahan dengan sungai Ciliwung, membuatnya mudah diakses dari berbagai arah.

Menjelang pukul lima sore, suasananya berubah drastis. Jogging track yang biasanya dipenuhi pelari kini diramaikan keluarga, komunitas, hingga remaja yang duduk berkelompok. Penjual es buah, kolak, dan cireng memenuhi sisi jalan.

Yang membuat Sempur istimewa adalah kombinasi antara ruang terbuka hijau dan atmosfer urban. Masjid Raya Bogor yang berada tak jauh dari sana menjadi tujuan akhir banyak orang saat azan berkumandang.

Bagi anak muda, Sempur juga menjadi ruang sosial. Mereka datang bukan hanya untuk menunggu waktu berbuka, tetapi untuk berbagi cerita, tertawa, dan memotret langit senja yang memantul di permukaan sungai.

Baca Juga: Sop Buah Pak Ewok, Tempat Makan Enak dengan Playground Ramah Anak Cocok Untuk Family Time

2. Kebun Raya Bogor

Maps/Ai Hara

Berbeda dengan Sempur yang riuh, Kebun Raya Bogor menawarkan suasana yang lebih teduh dan reflektif. Pepohonan raksasa berusia ratusan tahun berdiri kokoh, menciptakan bayangan panjang ketika matahari mulai turun.

Sore hari di sini terasa lebih pelan. Langkah kaki terdengar jelas di atas jalan setapak, burung-burung sesekali melintas, dan angin membawa aroma tanah basah aroma khas Bogor.

Banyak keluarga memilih duduk di atas hamparan rumput luas. Anak-anak berlari kecil, sementara orang tua berbincang pelan. Tidak sedikit pula pasangan muda yang berjalan santai mengitari danau kecil, menikmati cahaya keemasan yang menyusup di antara dedaunan.

Sebagai salah satu ikon kota, Kebun Raya memberi pengalaman ngabuburit yang berbeda: lebih tenang, lebih alami, dan terasa seperti jeda dari rutinitas.

Baca Juga: Sisi Kanan Coffee Bogor: Ruang Tenang di Tengah Kota Hujan yang Selalu Ramai Cerita

3. Alun Alun Kota Bogor

Maps/August Rian

Sejak direvitalisasi, Alun Alun Kota Bogor menjadi magnet baru di pusat kota. Letaknya yang bersebelahan dengan Stasiun Bogor membuatnya selalu hidup.

Menjelang berbuka, area ini dipenuhi keluarga yang baru turun dari kereta, pekerja yang pulang lebih awal, hingga mahasiswa yang mencari tempat duduk sambil menunggu waktu.

Rumput sintetis yang rapi, area bermain anak, dan akses yang mudah menjadikan alun-alun pilihan praktis. Takjil bisa dibeli di sekitar kawasan Jalan Kapten Muslihat atau Pasar Anyar, lalu dinikmati bersama di pelataran.

Alun-alun ini juga mencerminkan wajah baru ruang publik Bogor lebih terbuka, lebih inklusif, dan nyaman untuk semua kalangan.

Baca Juga: Cap Go Meh Surya Kencana Bogor Segera Digelar, Tradisi dan Ribuan Warga Kembali Bersatu

Taman Kencana

Maps/Kiwi

Taman Kencana punya pesona yang berbeda. Ukurannya memang tidak sebesar Sempur atau Kebun Raya, tetapi atmosfernya intim.

Bangku-bangku taman menghadap pepohonan rindang. Di sekelilingnya berdiri deretan kafe dan tempat makan legendaris. Banyak orang memulai sore dengan duduk santai di taman, lalu melanjutkan berbuka di salah satu restoran sekitar.

Bagi generasi muda, Taman Kencana adalah kombinasi antara ruang hijau dan gaya hidup urban. Mereka datang dengan kamera, buku, atau sekadar obrolan ringan.

Ketika matahari turun dan lampu-lampu mulai menyala, suasana berubah menjadi lebih hangat. Percakapan terdengar samar, aroma makanan menguar, dan waktu berbuka terasa seperti momen kecil yang layak dirayakan.

Baca Juga: Kampung Ramadhan di Bogorienze City Resort, Iftar Nusantara Rp150 Ribu di Bogor

Stadion Pakansari

Maps/Sunadi P

Bergeser sedikit ke Cibinong, Stadion Pakansari menawarkan pengalaman yang berbeda lagi. Area pelatarannya luas, cocok untuk komunitas olahraga atau keluarga besar.

Menjelang magrib, banyak orang berjalan santai mengitari stadion. Anak-anak bermain sepeda, remaja berlatih skateboard, dan pedagang takjil berjejer di beberapa titik.

Karena lokasinya tidak sepadat pusat kota, suasananya terasa lebih lapang. Banyak warga Kabupaten Bogor memilih Pakansari sebagai alternatif yang nyaman dan tidak terlalu berdesakan.

Di sini, ngabuburit sering terasa seperti festival kecil. Orang-orang datang dengan tujuan sederhana: berkumpul dan menikmati waktu bersama sebelum berbuka.

Baca Juga: Sop Buah Pak Ewok, Tempat Makan Enak dengan Playground Ramah Anak Cocok Untuk Family Time

Mengapa Ruang Publik Jadi Favorit Saat Ramadan?

Fenomena ramainya ruang terbuka saat Ramadan bukan tanpa alasan. Ada beberapa hal yang membuat tempat-tempat ini selalu menjadi pilihan:

  • Mudah diakses dan gratis
  • Aman untuk keluarga dan anak-anak
  • Dekat dengan penjual takjil
  • Memberikan suasana santai tanpa tekanan
  • Cocok untuk berkumpul komunitas

Ruang publik memberi rasa kebersamaan yang sulit digantikan. Di tengah rutinitas harian, bulan puasa menjadi alasan untuk melambat dan kembali ke ruang-ruang yang sederhana.

Tips Memilih Spot Ngabuburit yang Nyaman

Agar pengalaman menunggu berbuka lebih menyenangkan, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan:

  • Datang lebih awal untuk menghindari kepadatan
  • Bawa alas duduk atau tikar kecil
  • Siapkan uang tunai secukupnya untuk membeli takjil
  • Jaga kebersihan dan buang sampah pada tempatnya
  • Perhatikan waktu agar tidak terlambat menuju masjid

Hal-hal kecil ini membuat momen sore terasa lebih tertata dan nyaman.

Baca Juga: Mosac Mayor Oking Space and Coffee Bogor, Nongkrong Seru dengan Playroom PS dan Jus Segar Favorit

Senja yang Selalu Punya Cerita

Menjelang azan, suara kendaraan di sekitar Sempur perlahan mereda. Raka membuka kotak berisi kurma dan es buah. Di sebelahnya, seorang anak kecil memeluk ibunya sambil bertanya, “Sudah boleh minum?”

Langit berubah jingga. Detik-detik terakhir sebelum berbuka terasa khusyuk.

Setiap tempat Taman Sempur, Kebun Raya Bogor, Alun Alun Kota Bogor, Taman Kencana, hingga Stadion Pakansari punya cara sendiri menghadirkan senja. Namun esensinya sama ruang untuk berhenti sejenak, berbagi, dan merayakan kebersamaan.

Di kota yang sering diguyur hujan ini, sore Ramadan justru terasa hangat. Dan mungkin, di antara tawa anak-anak, aroma takjil, dan langit yang pelan-pelan gelap, kita menemukan bahwa ngabuburit bukan hanya soal menunggu waktu berbuka tetapi tentang menikmati perjalanan menuju momen itu.

About Author

Dea

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *