Jagung Bakar Mahal di Puncak, Tapi Tetap Laku Keras! Kenapa?

Sore itu, mobil berhenti di bahu jalan. Kabut turun cepat, suhu merosot tanpa peringatan. Di depan warung kecil, daftar menu nyaris tak terlihat. Seorang pengunjung membaca cepat, alisnya sempat terangkat saat mendengar harga. Lalu ia berkata pelan, “Ya sudah, dua ya.” Tidak ada

Dulu Rp5.000, Sekarang Berapa? Perubahan Harga Kuliner di Puncak

Kabut pagi di Puncak dulu terasa berbeda. Jalanan masih lengang, warung-warung kayu berdiri seadanya, dan seorang ibu penjual jagung bakar bisa duduk santai sambil menunggu pembeli. Saat itu, sebatang jagung dibanderol lima ribu rupiah. Kadang malah ditambah bonus senyum dan obrolan ringan. Bagi

Berapa Harga Jagung Bakar dan Kuliner Lain di Puncak? Ini Gambaran Biayanya

Kabut turun perlahan di tepi jalan Raya Puncak. Di sebuah warung kayu sederhana, asap tipis dari tungku arang naik bersamaan dengan aroma jagung bakar yang manis dan gosong di ujungnya. Seorang bapak paruh baya membolak-balik jagung dengan tangan cekatan, sementara dua motor berhenti