Kenapa Harga Kuliner di Puncak Terasa Tinggi? Ini Jawaban Penjualnya

Pukul empat sore, kabut mulai turun lebih cepat dari biasanya. Di tepi jalan Raya Puncak, Pak Ujang menyalakan tungku arangnya. Tangannya cekatan, meski udara dingin membuat ujung jari terasa kaku. Jagung-jagung mentah disusun rapi, siap dibakar satu per satu. “Kalau enggak sekarang, nanti

Dulu Rp5.000, Sekarang Berapa? Perubahan Harga Kuliner di Puncak

Kabut pagi di Puncak dulu terasa berbeda. Jalanan masih lengang, warung-warung kayu berdiri seadanya, dan seorang ibu penjual jagung bakar bisa duduk santai sambil menunggu pembeli. Saat itu, sebatang jagung dibanderol lima ribu rupiah. Kadang malah ditambah bonus senyum dan obrolan ringan. Bagi