Cap Go Meh Bogor 3 Maret 2026: Wisata Budaya yang Menghidupkan Ekonomi Kota

Setiap kali Cap Go Meh digelar di Bogor, Jalan Suryakencana berubah wajah. Kawasan yang sehari-hari menjadi pusat perdagangan tradisional itu mendadak menjadi ruang temu ribuan orang. Pada 3 Maret 2026, peristiwa serupa kembali direncanakan berlangsung, kali ini dengan konteks yang berbeda: bertepatan dengan

Digelar Saat Ramadan, Cap Go Meh Bogor 2026 Siapkan Skema Khusus di Suryakencana

Menjelang Ramadan, Jalan Suryakencana biasanya mengalami perubahan ritme. Aktivitas warga lebih tertib, jam ramai bergeser ke sore hari, dan ruang publik dijaga agar tetap kondusif. Pada 3 Maret 2026, kawasan ini akan kembali menjadi pusat perhatian karena Cap Go Meh Bogor direncanakan berlangsung

Cap Go Meh di Suryakencana Bogor: Jejak Sejarah Tionghoa yang Terus Hidup

Jalan Suryakencana menyimpan banyak cerita. Di balik deretan ruko tua dan papan nama beraksara Mandarin, kawasan ini merekam perjalanan panjang komunitas Tionghoa di Bogor. Pada 3 Maret 2026, ketika Cap Go Meh kembali direncanakan digelar di kawasan ini, sejarah itu kembali menemukan panggungnya.

Cap Go Meh Bogor 3 Maret 2026: Harmoni Budaya di Suryakencana Saat Bulan Puasa

Menjelang sore, Jalan Suryakencana biasanya mulai ramai. Lampu-lampu toko tua menyala pelan, aroma makanan khas menyeruak dari dapur-dapur kecil, dan orang-orang berjalan beriringan tanpa benar-benar saling mengenal. Pada 3 Maret 2026, suasana itu akan terasa berbeda. Di hari itu, Cap Go Meh Bogor

Cafe Atas Langit Bogor: Tempat Pertemuan, Percakapan, dan Cerita Baru

Tidak semua meja dibuat untuk bekerja. Sebagian hanya perlu ada cukup untuk menampung cerita yang ingin dikeluarkan pelan-pelan. Sore itu, dua orang duduk berhadapan tanpa terburu-buru membuka ponsel. Kopi dibiarkan mendingin sebentar. Percakapan dimulai dari hal-hal ringan, lalu tanpa disadari bergerak ke hal

Golden Hour Punya Alamat Baru di Bogor: di Cafe Atas Langit

Tidak semua sore diciptakan setara. Ada sore yang hanya lewat, ada pula yang menetap lebih lama dalam ingatan. Di Bogor, golden hour sering datang diam-diam. Cahaya matahari tidak selalu menyala jingga seperti di kartu pos. Kadang ia hanya turun perlahan, membiarkan langit berubah

Cafe Atas Langit Bogor, Tempat Healing Paling Tenang Tanpa Harus Keluar Kota

Jam menunjukkan hampir pukul lima sore. Jalanan Bogor mulai padat, suara motor saling bersahutan, dan ponsel masih bergetar oleh notifikasi yang belum sempat dibuka. Hari kerja selesai, tapi kepala belum benar-benar pulang. Banyak orang mengenal perasaan ini. Tubuh sudah bergerak menjauh dari meja

Di Balik Lahirnya Cafe Atas Langit Bogor: Mimpi Sederhana tentang Ruang Bernapas

Ide Cafe Atas Langit Bogor tidak lahir dari rapat panjang atau presentasi bisnis yang rapi. Ia bermula dari percakapan kecil tentang lelah, tentang kota yang makin padat, tentang keinginan punya tempat untuk berhenti sejenak. Sore itu, Bogor sedang macet seperti biasa. Hujan baru

Ngopi di Atas Langit Bogor: Saat Kota Terlihat Lebih Tenang dari Ketinggian

Langit Bogor sore itu tidak sedang dramatis. Tidak oranye menyala, tidak pula mendung yang mengancam hujan. Warnanya biasa saja biru pucat dengan sisa cahaya matahari yang pelan-pelan turun. Tapi justru di situlah rasanya berbeda. Seorang pengunjung duduk di kursi paling pinggir, secangkir kopi

Menikmati Cafe Atas Langit Bogor: DJ Live, Kota Berkabut, dan Makanan yang Tak Biasa

Angin malam turun pelan dari perbukitan Bogor. Lampu-lampu kota di bawah tampak seperti gugusan bintang yang jatuh ke bumi. Di satu sudut rooftop, dentuman musik elektronik mengalun lembut tidak berisik, tapi cukup untuk membuat kepala ikut bergoyang. Beberapa pengunjung mengangkat ponsel, merekam momen