Warna merah menggantung di atas kepala pejalan kaki. Lampion berderet mengikuti garis jalan Suryakencana, sementara aroma makanan hangat mengepul dari dapur-dapur tua yang tak pernah benar-benar sepi.
Sejak pagi, langkah kaki terdengar lebih rapat dari biasanya.
Imlek di Bogor hari ini bukan hanya tentang ibadah di klenteng. Ia menjelma menjadi pergerakan wisata yang terasa di banyak sudut kota dari Pecinan Suryakencana hingga cafe-cafe estetik yang ikut berhias nuansa merah dan emas.
Bogor seperti mengenakan pakaian pesta.
Baca Juga: Bukan Sekadar Rental PS, Tygron Playground & Lounge Jadi Playground Gaming Terbesar di Bogor
Pecinan Suryakencana Jadi Magnet Wisata
Kawasan Suryakencana selalu menjadi pusat perhatian saat Tahun Baru Imlek. Deretan bangunan tua yang menyimpan sejarah panjang terlihat lebih hidup.
Pengunjung datang dari berbagai kota sekitar. Banyak yang berjalan santai sambil memotret lampion, mural, atau ornamen khas Tionghoa yang menghiasi toko-toko lama.
Beberapa spot yang paling ramai hari ini antara lain:
- Klenteng Hok Tek Bio
- Gang Aut dengan jajanan legendaris
- Deretan toko kue keranjang
- Warung laksa dan asinan yang sudah puluhan tahun berdiri
Tidak semua yang datang berniat beribadah. Sebagian besar justru ingin merasakan atmosfer budaya yang jarang ditemui di hari biasa.
Di sela keramaian, terdengar tawa anak-anak yang menerima angpao. Ada pula pasangan muda yang berhenti cukup lama hanya untuk mendapatkan foto terbaik di bawah lampion.
Baca Juga: 5 Tempat Main Padel di Bogor yang Lagi Naik Daun, dari Sentul sampai Tengah Kota
Cafe dan Tempat Nongkrong Ikut Berhias
Menariknya, suasana Imlek di Bogor juga terasa di luar kawasan Pecinan.
Beberapa cafe di pusat kota hingga Sentul terlihat menambahkan dekorasi bertema Tahun Baru Imlek. Lampion kecil digantung di sudut ruangan. Beberapa menghadirkan ornamen jeruk mandarin sebagai simbol keberuntungan.
Ada pula yang menawarkan menu spesial edisi Imlek, seperti:
- Minuman dengan sentuhan citrus
- Dessert berwarna merah
- Paket makan keluarga bertema tahun baru
Fenomena ini menunjukkan bagaimana perayaan budaya kini menyatu dengan gaya hidup urban. Nongkrong tak lagi sekadar aktivitas santai, tetapi juga bagian dari perayaan.
Banyak keluarga memilih makan siang bersama di restoran setelah berkunjung ke klenteng. Ada juga anak muda yang menjadikan momen ini sebagai alasan untuk berkumpul.
Baca Juga: Olahraga Padel di Bogor Lagi Hype: Dari Tren Baru ke Gaya Hidup Urban
Lonjakan Wisata dan Pergerakan Ekonomi
Imlek kerap menjadi salah satu momentum peningkatan wisata di Bogor. Kota ini memang memiliki kombinasi lengkap: sejarah, kuliner, dan akses yang relatif mudah dari Jakarta.
Hari ini, arus kendaraan menuju pusat kota dan Sentul terlihat lebih padat dari hari biasa. Parkiran di beberapa titik wisata cepat terisi.
Pelaku usaha kuliner mengaku momen seperti ini membawa dampak positif. Peningkatan jumlah pengunjung biasanya berdampak langsung pada penjualan.
Hotel dan penginapan di sekitar pusat kota juga mencatat kenaikan tingkat hunian, terutama untuk tamu yang memanfaatkan libur panjang.
Perayaan ini tidak hanya berdampak pada satu komunitas, tetapi pada ekosistem kota secara keseluruhan.
Tradisi dan Gaya Hidup Bertemu di Satu Hari
Di satu sisi, ada keluarga yang berdoa khidmat di klenteng. Di sisi lain, ada sekelompok anak muda yang menikmati kopi sambil berbincang santai.
Keduanya terjadi dalam hari yang sama.
Imlek di Bogor hari ini memperlihatkan bagaimana tradisi dan modernitas berjalan berdampingan. Nilai-nilai budaya tetap dijaga, tetapi ruang perayaannya semakin luas.
Tak sedikit warga non-Tionghoa yang ikut menikmati suasana. Mereka datang bukan sekadar sebagai penonton, tetapi sebagai bagian dari perayaan bersama.
Kota ini seperti belajar merayakan keberagaman dengan cara yang natural.
Baca Juga: Bukan Sekadar Rental PS, Tygron Playground & Lounge Jadi Playground Gaming Terbesar di Bogor
FAQ Seputar Wisata Imlek di Bogor
Tanya: Di mana pusat wisata Imlek di Bogor?
Jawab: Kawasan Pecinan Suryakencana dan Klenteng Hok Tek Bio menjadi pusat utama aktivitas.
Tanya: Apakah tempat wisata lain juga ramai saat Imlek?
Jawab: Ya, beberapa cafe dan kawasan Sentul juga mengalami peningkatan kunjungan.
Tanya: Apakah wisata Imlek di Bogor cocok untuk keluarga?
Jawab: Sangat cocok karena menawarkan kombinasi budaya dan kuliner.
Tanya: Kapan waktu terbaik berkunjung?
Jawab: Pagi hingga sore hari untuk menikmati suasana tanpa terlalu padat.
Menjelang sore, cahaya matahari mulai meredup di antara bangunan tua Suryakencana. Lampion menyala lebih terang, menciptakan siluet merah di atas kepala pejalan kaki.
Di sebuah cafe tak jauh dari pusat kota, sekelompok keluarga tertawa sambil membagi jeruk mandarin. Di klenteng, dupa terakhir hari itu perlahan habis terbakar.
Wisata Imlek di Bogor hari ini bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjadi ruang temu—antara tradisi dan gaya hidup, antara doa dan perayaan, antara sejarah dan masa kini.
Dan ketika malam turun, kota ini masih menyimpan sisa-sisa hangat dari sebuah hari yang dirayakan bersama.