17 February 2026
Kuliner

5 Ide Jualan Takjil Kekinian dan Tradisional yang Paling Dicari Saat Puasa! Wajib Kamu Coba

5 Ide Jualan Takjil Kekinian dan Tradisional yang Paling Dicari Saat Puasa! Wajib Kamu Coba

Menjelang pukul lima sore, aroma gula merah dan santan mulai memenuhi udara. Di sudut jalan, seorang ibu sibuk menyusun cup berisi es campur ke dalam kotak pendingin. Di sebelahnya, kolak pisang masih mengepul hangat.

Pembeli berdatangan bahkan sebelum azan magrib terdengar.

Ramadan selalu menghadirkan peluang usaha musiman yang menjanjikan. Salah satu yang paling diminati adalah jualan takjil. Permintaan tinggi, perputaran cepat, dan variasi menu yang fleksibel membuat bisnis ini cocok untuk pemula maupun pelaku usaha rumahan.

Lalu, menu apa saja yang paling potensial?

Baca Juga: Kampung Ramadhan di Bogorienze City Resort, Iftar Nusantara Rp150 Ribu di Bogor

Apa Itu Takjil dan Mengapa Selalu Laris?

Takjil adalah makanan atau minuman ringan yang dikonsumsi saat berbuka puasa. Biasanya bercita rasa manis dan menyegarkan, karena tubuh membutuhkan asupan gula setelah seharian menahan lapar dan haus.

Alasan jualan takjil selalu ramai saat Ramadan:

  • Dibutuhkan setiap hari selama sebulan penuh
  • Harga relatif terjangkau
  • Bisa dijual dalam skala kecil
  • Modal bahan mudah ditemukan
  • Target pasar luas, dari anak-anak hingga orang dewasa

Karena itu, memilih menu yang tepat menjadi kunci agar dagangan cepat habis.

Baca Juga: Bukan Sekadar Rental PS, Tygron Playground & Lounge Jadi Playground Gaming Terbesar di Bogor

5 Ide Jualan Takjil yang Paling Dicari

1. Kolak Pisang dan Ubi

Kolak adalah menu klasik yang hampir selalu ada saat Ramadan. Perpaduan pisang, ubi, santan, dan gula merah menghadirkan rasa manis yang hangat dan mengenyangkan.

Kelebihan kolak:

  • Bahan mudah didapat
  • Bisa dibuat dalam jumlah besar
  • Tahan beberapa jam

Anda bisa menjualnya dalam cup kecil agar lebih praktis dan ramah pembeli.

2. Es Buah atau Es Campur

Jika cuaca panas, es buah menjadi primadona. Campuran semangka, melon, nata de coco, cincau, dan sirup manis sangat menggoda saat berbuka.

Keunggulan menu ini:

  • Tampilan menarik
  • Bisa divariasikan sesuai budget
  • Margin cukup baik jika dikemas menarik

Tambahkan topping seperti biji selasih atau susu kental manis untuk meningkatkan nilai jual.

Baca Juga: 5 Hotel di Bogor yang Sediakan Paket Bukber, dari Nusantara hingga Live Cooking

3. Gorengan Paket Hemat

Meski sederhana, gorengan tetap menjadi favorit. Bakwan, tahu isi, risol, atau pastel hampir selalu dicari sebagai pelengkap berbuka.

Strategi agar lebih menarik:

  • Jual dalam paket isi 3 atau 5
  • Sertakan sambal atau cabai rawit
  • Gunakan kemasan kertas food grade

Perputaran gorengan biasanya sangat cepat, terutama menjelang magrib.

4. Puding dan Dessert Cup Kekinian

Selain menu tradisional, takjil kekinian juga punya pasar tersendiri. Puding cokelat, puding mangga, atau dessert box mini bisa menarik pembeli muda.

Nilai tambahnya:

  • Tampilan modern
  • Bisa dijual via pre-order
  • Cocok untuk hampers Ramadan

Kemas dengan cup transparan agar lapisan terlihat menarik.

Baca Juga: 5 Restoran di Bogor yang Cocok untuk Intimate Wedding, Hangat dan Penuh Cerita

5. Dimsum atau Snack Gurih Modern

Jika ingin tampil beda, dimsum atau snack frozen yang dikukus langsung di lokasi bisa menjadi pilihan.

Alasan menu ini potensial:

  • Belum terlalu banyak pesaing di beberapa area
  • Bisa dijual dengan harga premium
  • Cocok untuk pembeli yang ingin variasi selain manis

Tambahkan saus pedas atau mayo agar lebih menggoda.

Cara Memulai Jualan Takjil untuk Pemula

Agar usaha berjalan lancar, berikut langkah sederhana yang bisa dilakukan:

  1. Tentukan 2–3 menu utama agar fokus.
  2. Hitung modal bahan dan tentukan harga dengan margin wajar.
  3. Pilih lokasi strategis, dekat permukiman atau jalan ramai.
  4. Gunakan kemasan bersih dan menarik.
  5. Promosikan lewat WhatsApp, Instagram, atau grup warga.
  6. Siapkan stok secukupnya di hari pertama untuk mengukur minat pasar.

Mulailah dari skala kecil, lalu tingkatkan produksi jika permintaan stabil.

About Author

Dea

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *