Mencicipi Cerita di Setiap Gelas! Menu Penalama Coffee Bogor yang Bikin Orang Ingin Kembali
Hujan baru berhenti ketika Laras melangkah masuk ke Penalama Coffee Bogor. Udara dingin Bogor menempel di jaketnya, dan suara lembut mesin espresso langsung menyambut seolah berkata selamat datang, mari hangat sebentar. Ia bukan pertama kalinya ke sini, tapi setiap kedatangan selalu terasa seperti membuka bab baru.
Di balik aroma kayu dan kopi, Laras tahu satu hal: Penalama selalu punya kejutan lewat menunya. Di antara banyaknya coffee shop Bogor, kedai ini punya pendekatan berbeda rasa yang tidak terburu-buru, disajikan dengan kejujuran, dan sering kali memberi pengalaman lebih dalam dari sekadar minum.
Menu yang Disusun dengan Cerita, Bukan Tren
Bagi banyak orang, kedai kopi berarti daftar latte, cappuccino, atau mungkin manual brew. Tapi di Penalama Bogor, menu terasa seperti perjalanan rasa yang dirancang pelan-pelan.
Setiap minuman punya karakter. Setiap makanan punya alasan. Tidak ada yang sekadar “ikut-ikutan tren.”
Saat Laras membuka buku menu, barista mendekat sembari berkata pelan, “Kalau hari ini butuh yang lembut tapi tetap terasa dalam, coba Signature Latte kami. Tapi kalau mau yang lebih berani, ada Dark Mocha yang lagi disukai banyak pengunjung.”
Bukan rekomendasi ala marketing. Lebih seperti seseorang yang tahu rasa apa yang cocok untuk suasana hati.
Baca Juga: Diburu Anak Muda! Pengalaman Ngopi di Penalama Coffee Bogor Bikin Betah Berjam-jam
Jujur, Hangat, dan Tidak Tergesa
Menu kopi di Penalama menonjol karena fokus pada biji lokal. Banyak kedai menyebut hal serupa, tapi di sini komitmennya terasa. Setiap biji dipilih dari petani Jawa Barat, diproses untuk mempertahankan karakter alaminya.
Beberapa favorit pengunjung:
1. Signature Latte
Lembut, sedikit manis alami, dan aroma yang menghangatkan. Cocok untuk pagi yang pelan atau sore yang dingin.
2. Dark Mocha
Kombinasi coklat pekat dan espresso yang kuat. Rasanya tegas tapi tetap nyaman, cocok untuk mereka yang butuh dorongan energi.
3. Manual Brew Single Origin
Bukan sekadar metode seduh. Barista menjelaskan asal biji, karakter rasa, dan cara terbaik menikmatinya. Bagi Laras, ini adalah menu yang membuatnya merasa “dirangkul” oleh kopi.
Tidak ada menu yang berlebihan. Tidak ada rasa yang dipaksakan. Semua tersusun untuk membuat orang menikmati waktu, bukan terburu-buru.
Baca Juga: Di Balik Segelas Kopi Enak di Bogor! Ritual Pagi Para Barista Klan Cafe
Rasa yang Menghibur Tanpa Banyak Bicara
Tidak semua pengunjung datang untuk kopi. Penalama tahu itu. Maka mereka menyiapkan beberapa menu non-kopi yang tidak kalah menenangkan.
1. Honey Lemon Warm
Hangat, manis, segar. Cocok untuk cuaca Bogor yang sering dingin dan lembap.
2. Matcha Creamy
Matcha lembut dengan susu yang tidak mendominasi. Rasanya halus dan tidak membuat enek—sering direkomendasikan untuk pelanggan baru.
3. Chocolate Classic
Minuman yang membawa nostalgia. Coklatnya tidak terlalu manis, tidak pahit, pas untuk segala usia.
Menu non-kopi ini sering jadi alasan keluarga atau pasangan campuran (pecinta kopi dan non-kopi) datang bersama.
Pendamping yang Tidak Mau Kalah Manis
Walaupun tidak menjual banyak menu berat, pilihan makanan ringan Penalama mendukung suasana kedai: sederhana, hangat, dan memanjakan.
Beberapa yang paling disukai:
- Banana Bread Toasted – harum, lembut, dan nyaman. Cocok menemani manual brew.
- Croissant Butter – renyah di luar, lembut di dalam.
- Cheese Toast – sederhana tapi nagih, sering jadi pilihan pekerja remote yang butuh camilan gurih.
Penalama tidak mencoba menjadi restoran. Mereka tahu porsi mereka: makanan cukup untuk menghidupkan rasa, bukan mendominasi.
Baca Juga: Pagi yang Pelan di Klan Cafe Bogor! Rekomendasi Kopi yang Menghangatkan Hari
Mengapa Menu Penalama Membekas?
Laras menyadari satu hal setiap kali ia datang rasa di Penalama tidak hanya melekat di lidah, tetapi juga di suasana. Menu disajikan bukan sekadar produk, tetapi pengalaman yang membuat orang merasa hadir sepenuhnya.
Di tengah banyaknya cafe aesthetic bogor yang mengejar tampilan, Penalama menghadirkan kehangatan melalui hal-hal kecil: cara barista menyapa, cara kopi dituangkan, hingga cara makanan dicium aromanya sebelum disajikan.
Baca Juga: Di Balik Segelas Kopi Enak di Bogor! Ritual Pagi Para Barista Klan Cafe
Pulang dengan Lidah dan Hati yang Puas
Ketika Laras menghabiskan Signature Latte-nya, ia tahu ia akan kembali lagi lain waktu. Bukan hanya karena kopi yang enak, tapi karena rasa itu membuatnya merasa lebih baik dari sebelumnya.
Sebelum pergi, barista berkata, “Sampai ketemu lagi ya, Mbak.”
Dan seperti biasa, Laras menjawab sambil tersenyum karena di Penalama Coffee Bogor, setiap menu memang disiapkan bukan hanya untuk dinikmati, tapi untuk diingat.