Ketika Cibinong Jadi Tujuan Kuliner: Akhir Pekan, Konten, dan Perburuan yang Tak Pernah Usai

Sabtu sore di Cibinong selalu punya irama yang sama. Motor mulai memenuhi bahu jalan. Lampu-lampu tenda kuliner menyala lebih cepat dari biasanya. Di beberapa titik, orang berdiri bergerombol, sebagian memegang ponsel, sebagian lain mengipas wajah dengan struk parkir. “Ada yang viral lagi,” kata

Dari Seblak hingga Dessert Box: Peta Kuliner Viral Cibinong yang Diserbu Anak Muda

Sore belum benar-benar gelap ketika jalanan Cibinong mulai padat. Motor berjejer di pinggir jalan. Lampu-lampu tenda kuliner menyala satu per satu. Di antara kepulan asap dan suara penggorengan, satu hal terlihat jelas: sebagian besar yang antre adalah anak muda. Ada yang datang berdua,

Bukan Sekadar Viral: Rahasia Dapur Kuliner Cibinong yang Tetap Dicari

Asap tipis mengepul dari dapur sempit di balik warung itu. Jam masih menunjukkan pukul sembilan pagi, tapi wajan sudah panas. Minyak belum mendidih sempurna, namun tangan Pak Asep bergerak pelan, hampir otomatis. Ia mencicipi kuah dengan sendok kecil, lalu mengernyit. “Kurang dikit,” gumamnya,

Antre, Panas, dan Penasaran: Pengalaman Mencicipi Kuliner Viral di Cibinong

Pukul dua belas kurang sepuluh menit. Matahari tepat di atas kepala ketika Dina memarkir motornya di pinggir jalan Cibinong Raya. Helm belum sempat dilepas, ia sudah melihat satu hal yang membuatnya menghela napas pendek: antrean. Belasan orang berdiri rapat. Beberapa menutupi wajah dengan