Humaira Coffee Cafe Viral di Puncak: Ketika Bisnis Tenang Mengalahkan Strategi Ramai

Tidak ada spanduk besar. Tidak ada promo berisik. Bahkan tidak ada ajakan berfoto di setiap sudut. Jika datang tanpa tahu apa-apa, Humaira Coffee Cafe bisa terlihat seperti kafe biasa di Puncak. Namun justru dari kesenyapan itulah antrean pelan-pelan terbentuk. Di era ketika banyak

Kenapa Orang Bisa Duduk Lama di Humaira Coffee Cafe Puncak Tanpa Bosan? Berikut Ini Jawabannya

Seorang pengunjung duduk hampir satu setengah jam di Humaira Coffee Cafe tanpa membuka ponsel. Kopinya sudah lama dingin. Ia tidak berbincang, tidak bekerja, bahkan tidak memotret. Namun ia tidak terlihat bosan. Sesekali matanya bergerak mengikuti kabut yang turun, lalu kembali diam. Banyak orang

Saat Ngopi Jadi Alasan Berhenti Sejenak! Kisah Humaira Coffee Cafe Viral di Puncak

Kabut turun perlahan di Puncak pagi itu. Tidak tebal, hanya cukup untuk membuat pepohonan terlihat samar. Seorang pengunjung duduk sendiri di sudut kayu Humaira Coffee Cafe. Tangannya memeluk cangkir kopi, matanya tidak menatap layar. Tidak ada percakapan keras, tidak ada musik menghentak. Hanya

Ketika Pertemanan Lama Butuh Ruang Tenang, Humaira Coffee Jadi Titik Temu

Dito menepikan mobilnya di depan bangunan kayu kecil dengan tulisan Humaira Coffee Bogor Puncak. Ia memandang keluar jendela, memastikan tempatnya benar. Sudah bertahun-tahun ia tidak bertemu Akbar teman SMA yang dulu selalu menemaninya melakukan hal-hal gila, mulai dari tawuran kecil-kecilan ala remaja sampai

Ketika Dua Hati Butuh Istirahat, Humaira Coffe Menjadi Tempat yang Tepat

Mira menarik napas panjang saat mobil mereka berhenti di pinggir jalan Puncak. Udara Bogor yang sejuk masuk melalui jendela, membawa aroma tanah lembap yang hanya muncul setelah gerimis tipis. Di sampingnya, Raka mengusap wajahnya, lelah oleh tumpukan pekerjaan yang seolah tidak pernah berhenti.