Perempuan, Kota Baru, dan Dapur yang Menemukan Jalannya Sendiri.

Ketika Shahnaz pertama kali menginjakkan kaki di Bogor, ia datang tanpa rencana besar. Kota itu terasa asing, suasananya lembap, langitnya sering kelabu. Tidak ada aroma bawang tumis seperti di rumahnya di Pontianak, tidak ada suara wajan di pagi hari, tidak ada riuh dapur

Rahasia Dapur Pontianak! Filosofi Rasa yang Membuat Masakan Shahnaz Punya ‘Jejak’ di Lidah

Setiap daerah punya rahasia dapurnya sendiri. Di Pontianak, rahasia itu bukan hanya soal bumbu, tetapi cara memperlakukan wajan, api, dan aroma bawang. Ketika seseorang datang ke dapur shahnaz kopitiam, mereka mungkin tak langsung tahu rahasia itu. Tapi mereka merasakannya dari gigitan pertama pada

Suara Wajan, Aroma Bawang! Kehangatan yang Membuat Orang Kembali ke Dapur Shahnaz Kopitiam

Begitu matahari mulai turun, kawasan Tanah Sereal berubah menjadi tempat yang penuh ritme. Orang-orang pulang kerja, pedagang menutup lapak, lampu-lampu kecil menyala satu per satu. Di antara ruko yang berjajar, ada satu pintu geser yang selalu menarik perhatian pintu dapur shahnaz kopitiam. Saat

Jejak Rasa Kalimantan di Kota Hujan! Cerita Dapur Shahnaz Kopitiam Menjaga Warisan Masakan Pontianak

Di sebuah sore Bogor yang basah, jalanan Tanah Sereal masih mengilap oleh sisa hujan ketika seorang lelaki paruh baya mengetuk pintu sebuah ruko kecil. Ia baru pindah dari Kalimantan dan sudah berhari-hari mencari rasa yang mengingatkannya pada kampung halaman. Saat pintu geser terbuka,

Dari Dapur Rumahan ke Ruko Sederhana! Bagaimana Rasa Pontianak Menemukan Rumah Baru di Bogor

Sore itu, hujan baru saja berhenti ketika seorang perempuan muda mengetuk pintu sebuah ruko mungil di Tanah Sereal. Papan kecil bertuliskan Dapur Shahnaz Kopitiam tergantung malu-malu, nyaris tidak mencolok. Namun begitu pintu digeser, aroma bawang putih tumis langsung keluar seperti sambutan hangat dari

Kenapa Harus Datang ke Dapur Shahnaz Kopitiam? Rasa Pontianak yang Susah Dicari di Bogor

Sore di Tanah Sereal selalu punya suasana yang khas langit biru kusam, angin lembut, dan aroma dari warung-warung kecil yang mengajak orang pulang. Di antara deretan ruko sederhana itu, ada satu tempat yang belakangan sering membuat orang berhenti, sekadar melihat papan kecil di