Cafe Date Romantis di Puncak yang Tidak Menguras Dompet, Tapi Tetap Berkesan

Tidak ada reservasi. Tidak juga rencana makan besar. Mereka hanya sepakat satu hal ingin duduk sebentar, minum sesuatu yang hangat, lalu pulang tanpa merasa bersalah melihat saldo rekening. Mobil berhenti di pinggir jalan Puncak yang mulai lengang. Sebuah cafe kecil terlihat dari kejauhan.

Bukan Soal Foto, Ini Alasan Cafe Date Romantis di Puncak Justru Lebih Berkesan Tanpa Estetika Berlebihan

Meja kayu itu tidak mengilap. Tidak ada bunga kering di sudutnya, tidak juga lampu gantung dengan cahaya dramatis. Hanya dua cangkir minuman hangat, uap tipis yang naik perlahan, dan suara angin yang menyentuh dedaunan di luar jendela. Dua orang duduk berhadapan. Ponsel mereka

Cafe Date Romantis di Puncak! Ketika Kabut, Kopi Hangat, dan Perasaan Bertemu

Udara Puncak sore itu turun pelan. Kabut menggantung rendah, menutup sebagian perbukitan, sementara suara sendok beradu dengan cangkir terdengar pelan dari meja sebelah. Dua orang duduk berhadapan, tak banyak bicara. Bukan karena kehabisan topik, tapi karena suasana seolah meminta mereka untuk pelan-pelan saja.