Ketika Burnout Memuncak, Humaira Coffee Menjadi Tempat Pulang Sementara
Pagi itu, Nadya mengendarai motornya tanpa tujuan jelas. Kepalanya penuh, dadanya sesak oleh tekanan pekerjaan yang tak kunjung selesai, dan layar laptop seperti terus memanggil meski ia sudah menutupnya. Ia merasa perlu menjauh walau hanya beberapa jam. Saat memasuki kawasan Puncak, matanya menangkap