Mencari Tempat Menginap di Bogor–Puncak Saat Tahun Baru, Antara Harga Naik dan Realita Lapangan

Telepon itu berdering lebih lama dari biasanya. Rani menatap layar ponselnya sambil menarik napas. Di ujung sana, pemilik vila terdengar ragu sebelum akhirnya menyebutkan harga. Angkanya jauh di atas perkiraan, bahkan hampir dua kali lipat dari tarif normal. “Ini sudah harga akhir, Mbak.

Saat Terompet Tak Lagi Penting: Cara Warga Bogor Menyambut Tahun Baru dengan Sunyi

Di sebuah rumah sederhana di pinggiran Bogor, televisi dimatikan lebih awal dari biasanya. Jam dinding berdetak jelas, terdengar di sela hujan yang turun pelan. Tidak ada terompet. Tidak ada hitung mundur. Hanya secangkir teh hangat dan lampu teras yang sengaja dibiarkan menyala. Sari

Salah Jam Berangkat, Salah Nasib! Pola Macet Tahun Baru Bogor–Puncak yang Terus Berulang

Mobil Aldi berhenti total di tanjakan sebelum Gadog. Jam di dashboard menunjukkan pukul 17.42. Matahari masih terlihat, tapi harapan untuk sampai sebelum malam mulai memudar. Sudah hampir satu jam, mobilnya tak bergerak lebih dari beberapa meter. “Harusnya berangkat pagi,” gumamnya, kalimat yang kemudian

Alternatif Tahun Baru di Bogor Selain Puncak! 7 Pilihan yang Lebih Tenang dan Manusiawi

Menjelang sore di tanggal terakhir tahun, layar ponsel Dita dipenuhi pesan yang sama. Grup keluarga, teman kantor, hingga tetangga membicarakan satu topik: Puncak. Ada yang sudah berangkat sejak siang, ada yang masih ragu, ada pula yang mengirim foto antrean panjang kendaraan di Tol

Menuju Puncak di Malam Tahun Baru! Antara Impian Kabur dan Antrean Panjang Kendaraan

Mesin mobil menyala sejak siang, padahal matahari belum benar-benar condong ke barat. Di dalam kendaraan, koper kecil sudah terisi pakaian hangat, camilan, dan harapan sederhana: udara sejuk, pemandangan hijau, dan pergantian tahun yang terasa berbeda. Tujuan mereka sama seperti ribuan orang lain Puncak.

Bogor di Malam Terakhir Tahun: Antara Lampu Kota, Doa, dan Macet yang Tak Pernah Sepi

Hujan turun pelan di Jalan Pajajaran, tidak deras, tapi cukup membuat lampu kendaraan memantul panjang di aspal. Jam baru menunjukkan pukul delapan malam, tapi lalu lintas sudah padat sejak sore. Klakson terdengar bersahut-sahutan bukan marah, lebih seperti lelah. Di trotoar, penjual jagung bakar

Liburan Natal dan Macet Puncak! Antara Tradisi Wisata dan Krisis Jalan

Setiap liburan Natal, arus lalu lintas menuju Puncak, Bogor, nyaris selalu padat hingga macet total. Meski sudah diprediksi, kondisi ini terus berulang dari tahun ke tahun karena persoalan struktural, bukan sekadar lonjakan wisata musiman. Macet di kawasan Puncak saat liburan Natal bukan kejutan.

Bawa Anak ke Puncak Saat Tahun Baru? Tidak Semua Jalan Alternatif Layak Dilewati

Anak itu sudah mulai gelisah sejak sepuluh menit lalu. Bukan karena lapar, tapi karena tubuhnya kelelahan. Mobil tidak bergerak. Lampu rem di depan menyala terus. Di kiri-kanan, klakson mulai terdengar bukan sebagai peringatan, tapi sebagai pelampiasan emosi. “Kalau kita belok ke jalan kecil

Jalan Alternatif Puncak Tidak Selalu Menolong, Kalau Waktunya Salah

Jam menunjukkan pukul 18.40 ketika mobil mulai melambat. Belum benar-benar macet, tapi jarak antar kendaraan sudah rapat. Di depan, tanjakan Puncak terlihat seperti antrean panjang yang sedang menunggu giliran bernapas. “Masih oke nggak ya?” tanya seseorang dari kursi belakang. Pertanyaan itu sering terdengar

Jalan Kecil Bukan Jaminan! Kesalahan Umum Cari Jalan Alternatif Puncak Saat Tahun Baru

Belokan itu terlihat menjanjikan. Jalannya kecil, sepi, dan tidak ada antrean panjang seperti di depan. Aplikasi navigasi di ponsel langsung memberi sinyal hijau hemat 18 menit. Tanpa banyak berpikir, Andra membelokkan setir. Lima menit pertama terasa seperti kemenangan kecil. Mobil bergerak. Tidak ada