Liburan Nataru di Puncak Tanpa Agenda Padat, Tapi Justru Lebih Berarti

Pagi di Puncak selalu datang tanpa terburu-buru. Kabut turun perlahan, menutup pucuk pohon teh seperti tirai tipis. Di teras sebuah penginapan kecil, secangkir kopi dibiarkan mendingin. Tidak ada alarm. Tidak ada jadwal keluar rumah. Hanya suara burung dan langkah kaki yang sengaja diperlambat.

Tidak Harus ke Puncak Utama, Ini Alternatif Liburan Nataru yang Lebih Tenang

Pagi itu, kabut masih menggantung rendah ketika sebuah mobil berbelok menjauh dari jalur utama Puncak. Di spion, antrean kendaraan terlihat memanjang, nyaris tak bergerak. Di depan, jalan justru terasa lapang. Tidak ada klakson. Tidak ada pedagang asongan. Hanya suara ban menyentuh aspal basah.

Liburan Nataru di Puncak Tanpa Boros Cara Realistis yang Banyak Orang Lewatkan

Sore itu, di teras sebuah villa kecil, seorang ayah menghitung pengeluaran di ponselnya. Belum termasuk bensin pulang. Belum termasuk belanja camilan. Ia menghela napas, lalu tertawa kecil. “Liburan kok rasanya kayak habis hajatan,” katanya. Cerita seperti ini sering muncul setiap akhir tahun. Liburan

Liburan Nataru ke Puncak Bersama Anak! Area yang Aman dan Nyaman untuk Keluarga

Pukul delapan malam, udara Puncak mulai menusuk. Seorang anak meringkuk di kursi belakang mobil, selimut kecil menutup setengah wajahnya. Di luar, suara klakson bersahutan. Mobil nyaris tak bergerak. Sang ibu menoleh ke belakang, memastikan anaknya masih tertidur atau setidaknya berusaha. Bagi orang dewasa,

Saat Wisatawan Datang, Warga Puncak Melakukan Hal Ini Saat Liburan Nataru

Setiap akhir Desember, Pak Rahmat selalu bangun lebih pagi dari biasanya. Bukan untuk liburan, bukan pula untuk menyambut tamu. Ia hanya ingin memastikan satu hal sederhana motornya sudah diparkir menghadap keluar. “Kalau salah posisi, bisa dua jam enggak keluar rumah,” katanya sambil tersenyum

Liburan Nataru ke Puncak Tanpa Drama: Strategi Waktu dan Jalur yang Lebih Aman

Pagi itu, matahari belum tinggi ketika mobil-mobil sudah berderet rapat di tanjakan. Mesin menyala, tapi roda tak bergerak. Di dalam mobil, anak-anak mulai gelisah. Seorang ibu membuka jendela sedikit, berharap udara dingin Puncak bisa masuk. Yang datang justru suara klakson panjang, berulang, dan

Anti Ramai, Anti Stres! Cara Merayakan Tahun Baru di Puncak Tanpa Terjebak Macet

Jam menunjukkan pukul sebelas malam. Di dalam mobil, suara klakson bersahut-sahutan. Mesin menyala tapi kendaraan nyaris tak bergerak. Di kejauhan, kembang api mulai meletup indah, tapi terasa jauh. Seorang ayah mematikan mesin mobilnya, menghela napas panjang, lalu berkata pelan, “Tahun depan kita nggak

5 Rekomendasi Tempat Terbaik Merayakan Tahun Baru di Puncak, dari Villa hingga Resort Alam

Malam itu, kabut turun lebih cepat dari biasanya. Lampu-lampu villa di lereng Puncak terlihat redup, seolah sengaja meredam hiruk-pikuk kota yang tertinggal jauh di bawah sana. Di teras sebuah penginapan kecil, sekelompok orang duduk melingkar. Tidak ada kembang api besar, hanya suara jagung

Pertama Kali Makan Sate Sumsum Bogor, Ternyata Begini Rasanya, Penasaran?

Ada jeda aneh sebelum gigitan pertama itu terjadi. Tusukan sate sudah di tangan. Uap tipis masih naik. Di hadapanmu bukan daging yang familiar, melainkan potongan pucat keemasan yang terlihat terlalu lembut untuk disebut sate. Aromanya gurih, tapi tenang. Tidak ada saus berlimpah, tidak

Sate Sumsum Bogor, Kuliner Langka yang Bikin Orang Rela Menunggu

Malam di Bogor tidak pernah benar-benar ramai, tapi juga tidak sepenuhnya sepi. Udara dingin turun perlahan, aspal masih menyimpan sisa hujan sore tadi. Di sebuah sudut jalan, bara arang menyala kecil. Tidak besar, tidak mencolok. Hanya cukup untuk membakar beberapa tusuk sate yang