Kenapa Harus Datang ke Dapur Shahnaz Kopitiam? Rasa Pontianak yang Susah Dicari di Bogor
Sore di Tanah Sereal selalu punya suasana yang khas langit biru kusam, angin lembut, dan aroma dari warung-warung kecil yang mengajak orang pulang. Di antara deretan ruko sederhana itu, ada satu tempat yang belakangan sering membuat orang berhenti, sekadar melihat papan kecil di depannya: Dapur Shahnaz Kopitiam.
Tidak besar. Tidak bising. Tidak mencolok. Namun begitu pintu gesernya dibuka, aroma bawang putih tumis yang pekat langsung menyambut seperti tangan ibu yang menepuk bahu setelah perjalanan panjang. Di sinilah cerita dimulai, di sebuah kopitiam Bogor yang menyimpan jejak rasa Pontianak dengan cara yang sangat personal.
Baca Juga: Diburu Anak Muda! Pengalaman Ngopi di Penalama Coffee Bogor Bikin Betah Berjam-jam
Rasa Pontianak yang Langka di Bogor
Bagi yang pernah merasakan kuliner Kalimantan Barat, mereka tahu satu hal: masakannya punya “napas” sendiri.
Ada wangi bawang yang tebal, manis gurih kecap yang karamel saat menyentuh wajan panas, dan racikan bumbu yang tidak berusaha tampil mewah, tapi selalu mengena.
Di Bogor, rasa seperti ini jarang sekali muncul. Kebanyakan restoran mengejar populer, bukan karakter. Karena itu, ketika muncul kedai yang fokus pada makanan Pontianak Bogor, kabar itu cepat menyebar dari satu meja ke meja lain.
Dapur Shahnaz Kopitiam hadir bukan untuk ikut-ikutan tren, melainkan membawa pulang rasa yang dibesarkan penjualnya sejak kecil. Rasa yang ia rindukan ketika pertama kali merantau ke kota ini.
Baca Juga: Kafe Terbaru Bogor dan Kreativitas Promo! Cara Generasi Baru Kedai Kopi Menarik Hati Pengunjung
Menu yang Dibuat dengan Tangannya Sendiri

Mayoritas pelanggan setia selalu bilang hal yang sama: makanan di sini “berasa dibuat orang yang kenal kita”.
Itu bukan kebetulan.
Shahnaz, pemilik sekaligus koki utama, turun tangan langsung hampir setiap hari.
Ia mengulek bumbu sendiri, mencicipi kuah beberapa kali sebelum disajikan, dan memastikan tumisan tetap punya aroma “gosong manis” ciri khas masakan Pontianak.
Beberapa menu yang sering jadi favorit pembeli:
- Kwetiau Pontianak dengan aroma bawang yang tajam
- Ayam Lada Hitam yang pedasnya nempel di lidah tapi tidak menusuk
- Nasi Goreng Pontianak yang warnanya gelap tapi ringan dimakan
- Mi tumis kecap dengan potongan ayam gurih
- Kopi ala kopitiam yang tidak pahit ekstrem, tetapi berkarakter
Yang membuat semua ini terasa spesial bukan hanya rasanya, tetapi kenyataan bahwa ia memasaknya seperti untuk keluarganya sendiri.
Baca Juga: Pagi yang Pelan di Klan Cafe Bogor! Rekomendasi Kopi yang Menghangatkan Hari
Tempatnya Sederhana, Tapi Nyamannya Tidak Main-Main
Ada banyak resto besar di Bogor, lengkap dengan dekor penuh lampu dan tembok instagramable.
Tapi jarang yang menawarkan kehangatan seperti kedai kecil ini.
Dapur Shahnaz Kopitiam mengandalkan:
- meja kayu sederhana,
- kursi yang terasa “rumah”,
- dinding yang penuh catatan rekomendasi pelanggan,
- dan dapur terbuka kecil yang selalu sibuk.
Suara wajan bertemu minyak panas menjadi musik latar yang tidak pernah putus sejak kedai buka. Dan bagi banyak orang, suasana seperti ini justru yang paling dicari: tempat yang tidak menghakimi, tidak memaksa tampil, hanya mengajak duduk dan makan.
Inilah yang membuat banyak pengunjung berkata bahwa kedai ini adalah resto Pontianak di Bogor yang paling “jujur”.
Baca Juga: Ketika Pesanan Pertama Datang! Kisah Kecil Pemilik Kafe Bogor dengan Layanan Pesan Antar
Harga Bersahabat, Porsi Rumahan
Ketika seseorang memutuskan untuk makan di luar, ada dua hal yang ia cari:
- Rasa yang memuaskan
- Harga yang masuk akal
Dan di sini, dua-duanya berjalan beriringan.
Porsinya tidak pelit. Bukan tipe porsi resto besar yang cantik tapi minim isi. Ini porsi rumahan—yang ingin memastikan kamu pulang kenyang dan senang.
Baca Juga: Ketika Pesanan Pertama Datang! Kisah Kecil Pemilik Kafe Bogor dengan Layanan Pesan Antar
Pelayanan yang Mengingatkan pada Rumah
Banyak orang kaget ketika tahu bahwa Shahnaz Khassani Bogor bukan sekadar pemilik yang duduk jauh di belakang layar. Ia menyapa pelanggan satu per satu, bertanya apakah rasanya pas, apakah terlalu pedas, atau butuh tambahan kecap.
Ia ingat wajah-wajah yang sering datang, bahkan hafal menu favorit mereka.
Hal kecil ini membuat kedai tersebut tidak hanya tempat makan, tapi ruang yang terasa akrab.
Baca Juga: Ketika Pesanan Pertama Datang! Kisah Kecil Pemilik Kafe Bogor dengan Layanan Pesan Antar
Kenapa Kamu Harus Datang?
Jika kamu tinggal di Bogor dan ingin mencoba sesuatu yang berbeda dari makanan sehari-hari—tanpa harus bingung atau keluar biaya besar—ini salah satu tempat yang patut kamu datangi.
Karena di sini, kamu tidak hanya menemukan makanan.
Kamu menemukan:
- rasa Pontianak yang otentik,
- suasana yang hangat,
- porsi yang bersahabat,
- harga yang wajar,
- dan pengalaman makan yang dekat dengan hati.
Kadang, kita hanya butuh satu piring kwetiau hangat untuk membuat hari lebih baik.
Dan di Dapur Shahnaz Kopitiam, itu bukan sekadar kemungkinan itu kebiasaan.