Langit Bogor sore itu berwarna jingga pucat. Jam di ponsel menunjukkan pukul lima lewat sedikit. Di lobi The Sahira Hotel, beberapa keluarga mulai berdatangan. Ada yang menggandeng anak kecil, ada pula rombongan ibu-ibu yang sesekali tertawa pelan, seolah tak ingin mengganggu suasana menjelang magrib.
Di sudut ruangan, aroma gorengan hangat bercampur wangi rempah masakan Nusantara. Beberapa tamu berjalan perlahan menyusuri deretan stall, bukan untuk langsung mengambil makanan, tapi sekadar melihat-lihat seperti orang kampung yang berkeliling lapak menjelang buka puasa. Tidak ada kesan tergesa. Yang ada hanya penantian yang tenang.
Di momen seperti inilah, puasa Ramadan terasa kembali ke maknanya yang paling sederhana menunggu, berkumpul, dan berbagi.
Baca Juga: Ketika Cibinong Jadi Tujuan Kuliner: Akhir Pekan, Konten, dan Perburuan yang Tak Pernah Usai
Ramadan dan Rindu Akan Kebersamaan
Bagi banyak orang, berbuka puasa bukan lagi soal menu apa yang tersaji di meja. Ia menjadi waktu langka di mana keluarga bisa duduk bersama, saling mendengar cerita seharian, dan berhenti sejenak dari rutinitas yang melelahkan.
Namun, tak jarang pula Ramadan justru terasa singkat dan terburu-buru. Buka puasa sering berakhir dengan makanan cepat saji, atau meja makan yang sepi karena jadwal yang tak pernah benar-benar bertemu.
Di sinilah Kampoeng Ramadan The Sahira Hotel mengambil peran berbeda. Bukan sekadar menawarkan paket berbuka puasa, tetapi menghadirkan ruang di mana kebersamaan kembali menjadi pusat perhatian.
Konsep “kampoeng” yang diusung bukan sekadar dekorasi, melainkan suasana. Ada rasa akrab, rasa pulang, dan rasa diterima bahkan bagi tamu yang baru pertama kali datang.
Baca Juga: Bukan Sekadar Taman, Kebun Raya Bogor Adalah Ruang Diam di Tengah Kota
Ketika Hotel Menjadi Ruang Cerita
The Sahira Hotel selama ini dikenal sebagai hotel bintang empat dengan nuansa klasik elegan di pusat Kota Bogor. Namun saat Ramadan, suasananya berubah lebih hangat. Lebih manusiawi.
Kampoeng Ramadan dirancang sebagai pengalaman, bukan sekadar buffet. Tamu tidak hanya datang untuk makan, tapi untuk mengalami Ramadan dengan cara yang lebih utuh.
Deretan stall tematik tersusun rapi, mengingatkan pada pasar takjil yang dulu sering ditemui di sudut-sudut kampung. Bedanya, semuanya dikemas dengan kenyamanan hotel bersih, tertata, dan ramah untuk semua usia.
Anak-anak tampak antusias melihat aneka jajanan. Orang tua berbincang sambil sesekali menunjuk menu yang mengingatkan mereka pada masakan rumah. Tidak sedikit tamu yang tersenyum kecil, seperti menemukan kembali potongan kenangan lama.
Baca Juga: Bukan Sekadar Taman, Kebun Raya Bogor Adalah Ruang Diam di Tengah Kota
Lebih dari Sekadar Banyaknya Menu
Salah satu daya tarik utama Kampoeng Ramadan Sahira Hotel adalah ragam sajian berbuka puasa yang disediakan. Lebih dari 101 menu hadir setiap harinya, mulai dari takjil, gorengan, hidangan khas Nusantara, hingga sentuhan internasional.
Namun, yang membuat pengalaman ini terasa berbeda bukan semata jumlahnya.
Ada karedok dan rujak yang segar, grabahan masakan Sunda yang akrab di lidah, hingga stall bakso yang selalu ramai menjelang azan. Di sisi lain, tersedia pula pasta, teppanyaki, dan pojok Timur Tengah bagi tamu yang ingin variasi rasa.
Minuman tradisional seperti bajigur, bandrek, dan teh tarik melengkapi suasana. Setiap tegukan terasa seperti jeda—memberi waktu untuk benar-benar menikmati momen sebelum kembali pada kesibukan malam.
Semua disajikan dengan konsep buffet dan stall, membuat tamu bebas memilih tanpa merasa diburu.
Baca Juga: Dari Meeting Santai sampai Melepas Penat: Banyak Peran dalam Satu Cafe
Azan Magrib dan Detik yang Ditunggu
Ketika suara azan akhirnya terdengar, suasana berubah hening sesaat. Sendok berhenti bergerak. Percakapan terjeda. Ada detik singkat yang selalu istimewa di setiap Ramadan detik ketika semua orang serempak menengadah, bersyukur, lalu tersenyum.
Di Kampoeng Ramadan Sahira Hotel, momen ini terasa lebih intim. Bukan karena tempatnya mewah, tetapi karena atmosfernya mendukung keheningan yang penuh makna.
Setelah itu, suasana kembali ramai. Anak-anak mulai mencicipi takjil, orang dewasa berbincang ringan, dan tawa kecil terdengar di beberapa meja. Buka puasa tidak terasa terburu-buru. Tidak ada yang ingin cepat selesai.
Baca Juga: 7 Spot Foto Ikonik Kebun Raya Bogor yang Selalu Bikin Orang Ingin Kembali
Ruang untuk Keluarga, Komunitas, dan Cerita Baru
Kampoeng Ramadan Sahira Hotel memang dirancang sebagai ruang kebersamaan. Tak hanya untuk keluarga kecil, tetapi juga komunitas, sahabat lama, hingga rekan kerja yang ingin berbuka bersama tanpa kehilangan nuansa hangat.
Meja-meja panjang memungkinkan orang duduk berdekatan. Tidak kaku. Tidak berjarak. Bahkan tamu yang datang berkelompok sering kali berakhir saling menyapa dengan meja sebelah.
Di tengah kota yang semakin padat, ruang seperti ini menjadi semakin berharga.
Baca Juga: Bukan Karena Ramai, Cafe Viral di Taman Heulang Bogor Ini Dicari Karena Terasa Pas
Ramadan yang Lebih Bermakna
Selain berbuka puasa, The Sahira Hotel juga menghadirkan rangkaian program Ramadan yang memperkaya pengalaman para tamu. Ada tradisi Cucurak Sarerea sebagai simbol kebersamaan menyambut Ramadan, hingga program Dai Cilik Sahira yang memberi ruang edukatif dan inspiratif bagi generasi muda.
Semua program ini dirangkai dengan satu benang merah: menjadikan Ramadan sebagai momen bertumbuh, bukan sekadar rutinitas tahunan.
The Sahira Hotel seolah ingin mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang apa yang kita makan saat berbuka, tetapi dengan siapa kita duduk, berbagi, dan bercerita.
Baca Juga: Maraca Books & Coffee Bogor! Tempat Sempurna untuk Ngopi, Baca, dan Bekerja
Ajakan yang Tidak Perlu Dipaksa
Pada akhirnya, pengalaman berbuka puasa adalah soal rasa dan rasa tidak bisa dipaksakan dengan promosi keras. Ia tumbuh dari suasana, detail kecil, dan niat baik.
Bagi mereka yang merindukan buka puasa yang tenang, hangat, dan penuh cerita, Kampoeng Ramadan The Sahira Hotel menawarkan lebih dari sekadar hidangan. Ia menawarkan waktu yang melambat, ruang untuk berbagi, dan kenangan yang mungkin akan dikenang jauh setelah Ramadan usai.
Jika tahun ini ingin merayakan Ramadan dengan cara yang sedikit berbeda lebih dekat, lebih akrab, dan lebih bermakna mungkin sudah saatnya menunggu azan magrib bersama di Kampoeng Ramadan The Sahira Hotel, Bogor.