Cerita di Balik Kedai Teras Yunyi Bogor, Tempat Kecil yang Dibangun Pelan-Pelan

Pagi itu teras masih sepi. Kursi-kursi belum sepenuhnya tersusun rapi, lantai masih terasa dingin, dan aroma kopi belum menguar sempurna. Di jam-jam seperti ini, sebelum pelanggan datang, Kedai Teras Yunyi Bogor berada dalam versi paling jujurnya. Tidak ada musik. Tidak ada obrolan. Hanya

Awalnya Cuma Cari Kopi, Pengunjung Ini Pulang dengan Cerita dari Kedai Teras Yunyi Bogor

Sore itu Bogor baru saja diguyur hujan ringan. Aspal masih basah, udara sedikit lembap, dan langkah kaki melambat dengan sendirinya. Seorang pengunjung sebut saja Raka awalnya hanya berniat mencari kopi hangat sebelum pulang. Tidak lebih. Tidak ada rencana duduk lama, apalagi berlama-lama mengobrol.

Tak Punya Waktu untuk Cuci Mobil, Ngopi, dan Potong Rambut? Station 42 Menyatukannya

Setiap orang pernah merasa hari liburnya habis tanpa tahu ke mana perginya. Pagi beranjak siang, siang tiba-tiba sore. Mobil masih kotor, rambut sudah minta dirapikan, dan kopi yang diinginkan tak pernah benar-benar sempat diminum dengan tenang. Seorang pria berhenti di lampu merah, menatap

Nunggu Mobil Dicuci Tak Harus Membosankan Singgah ke Station 42, Ngopi Santai, Rapikan Rambut, Lalu Pulang Lebih Siap Jalani Hari

Pagi itu matahari belum terlalu tinggi. Aspal masih menyimpan sisa embun, dan suara mesin mobil bergantian masuk ke area cuci. Seorang pria mematikan mesin, turun, lalu melirik jam tangan. Biasanya, ini bagian paling membosankan dari akhir pekan: menunggu. Ia pernah menunggu di banyak

Di Tengah Aturan dan Antusiasme, Begini Cara Bogor Menyambut Tahun Baru

Sore belum benar-benar berganti malam ketika rambu portabel mulai dipasang. Beberapa ruas dipersempit. Petugas berdiri di titik-titik yang biasanya lengang. Di sekitar Tugu Kujang, tanda-tanda pengaturan sudah terlihat jauh sebelum hitung mundur dimulai. Bogor bersiap.Bukan hanya untuk merayakan, tapi juga untuk mengendalikan. Di

Basah, Macet, Tapi Hidup Potret Tahun Baru di Sekitar Tugu Kujang

Hujan turun tanpa aba-aba. Tidak deras, tapi cukup untuk membuat aspal di sekitar Tugu Kujang memantulkan cahaya lampu kendaraan. Orang-orang berlari kecil, sebagian tertawa, sebagian mengeluh pelan. Payung muncul tiba-tiba, meski banyak yang tetap memilih membiarkan jaketnya basah. Bogor memang sering begitu.Dan malam

Ruang Pulang Bernama Tugu Kujang: Cara Warga Bogor Merayakan Tahun Baru

Tidak semua orang datang ke Tugu Kujang dengan rencana. Banyak yang hanya berkata singkat sebelum berangkat, “Ke sana saja.” Tidak ada acara resmi, tidak ada janji bertemu yang terlalu terstruktur. Tapi menjelang Tahun Baru, kalimat itu terasa cukup. Menjelang malam, satu per satu

Saat Kota Bersorak, Mereka Tetap Berdiri: Kisah Malam Tahun Baru di Tugu Kujang Bogor

Peluit itu berbunyi lebih sering dari biasanya. Pendek, tegas, lalu disusul gerakan tangan yang meminta kendaraan berhenti atau jalan. Di tengah kerumunan orang yang sibuk mencari sudut terbaik untuk menunggu kembang api, seorang petugas lalu lintas berdiri tanpa ekspresi berlebihan. Jam di ponsel

Ketika Bogor Terjaga Semalaman! Cerita Tahun Baru di Sekitar Tugu Kujang

Pukul lima sore, langit Bogor sudah lebih dulu berubah warna. Awan menggantung rendah, seolah menimbang apakah hujan perlu diturunkan sekarang atau menunggu hingga tengah malam. Di sekitar Tugu Kujang, beberapa pedagang mulai membuka lapak lebih awal dari biasanya. Gerobak kopi dorong berhenti di