Pencinta Film yang Akhirnya Menemukan Rumah Baru di XXI Q Square Bogor

Tegar sudah lama merasa kehilangan “magis” menonton film. Sebagai seseorang yang tumbuh dengan layar besar dan audio memukau, ia kecewa saat beberapa bioskop lama di Bogor kualitasnya makin menurun. Kursi reyot, audio pecah, layar buram semuanya membuat hobi nonton filmnya terasa hambar. Hingga

Ketika Keluarga Sibuk Butuh Ruang Tenang, Gunung Pancar Jadi Tempat Bertemu Lagi

Mobil kecil milik keluarga Adit berbelok perlahan ke kawasan Gunung Pancar Bogor. Matahari baru naik, udara masih lembap, dan aroma tanah basah menyelinap masuk begitu jendela dibuka sedikit. Di kursi belakang, Jarwo anak semata wayang mereka sibuk memainkan ponselnya, tidak banyak bicara. Adit

Ketika Gunung Pancar Menjadi Tempat Pulih Setelah Hubungan Berakhir

Rani mengusap sisa air mata di pipinya saat motor yang ia kendarai memasuki kawasan Gunung Pancar Bogor. Udara pagi menusuk lembut, membawa aroma tanah basah yang terasa menenangkan. Ia tidak berencana apa-apa hari itu, hanya ingin pergi. Pergi sejauh mungkin dari kamar sempit

Mengintip Pengalaman Perdana Penonton di XXI Q Square Bogor

Andra menatap gedung baru yang berdiri rapi di tengah kawasan komersial itu. Lampu-lampu putih memantul di kaca besar, dan keramaian kecil terlihat dari pintu utama. Itulah malam ketika XXI Q Square Bogor resmi dibuka dan entah kenapa, ia merasa harus datang. Sudah lama

Ketika Pertemanan Lama Butuh Ruang Tenang, Humaira Coffee Jadi Titik Temu

Dito menepikan mobilnya di depan bangunan kayu kecil dengan tulisan Humaira Coffee Bogor Puncak. Ia memandang keluar jendela, memastikan tempatnya benar. Sudah bertahun-tahun ia tidak bertemu Akbar teman SMA yang dulu selalu menemaninya melakukan hal-hal gila, mulai dari tawuran kecil-kecilan ala remaja sampai