4 February 2026
Cafe

Di Balik Segelas Kopi Penalama Bogor! Perjalanan Rasa yang Mengajak Kita Melambat

Di Balik Segelas Kopi Penalama Bogor! Perjalanan Rasa yang Mengajak Kita Melambat

Hujan tipis mengambang di udara ketika Andra memasuki sebuah gang kecil yang tidak begitu ia kenal. Ia mengikuti aroma kopi yang terbawa angin hangat, bersih, dan punya karakter yang tidak mudah dilupakan. Seorang temannya pernah berkata, “Kalau ingin minum kopi yang bikin kamu berhenti mengejar waktu, coba datang ke Penalama Coffee Bogor.”

Hari itu, ia memutuskan untuk membuktikannya sendiri.

Bangunan kayu sederhana dengan jendela besar itu muncul di hadapannya tanpa pretensi. Tidak ada lampu mencolok, tidak ada dekor yang memaksa dilihat. Tapi Andra merasa seperti menemukan kedai yang ia cari-cari tanpa sadar. Saat pintu terbuka, aroma biji kopi yang baru digiling menyerbu pelan, tidak mengagetkan, justru mengundang.

Baca Juga: Gelombang Promo Kafe Bogor! Mengapa Diskon Kopi Kini Jadi Strategi Bertahan Pelaku Kuliner?

Ruang yang Tenang, Rasa yang Pelan

Di antara banyaknya coffee shop Bogor, Penalama menonjol bukan karena gemerlap visual, tapi karena ketenangannya. Kedai ini lebih mirip ruang meditasi daripada tempat nongkrong. Kayu tua, tanaman hijau yang dibiarkan tumbuh alami, dan cahaya matahari yang jatuh tanpa ambisi estetis membuat tempat ini terasa seperti halaman belakang rumah.

Namun justru kesederhanaan itu yang membuatnya layak disebut salah satu cafe aesthetic Bogor—bukan karena didekorasi untuk kamera, tetapi karena secara jujur menghadirkan suasana yang nyaman dilihat dan nyaman dirasakan.

Andra memilih duduk di dekat bar. Ia selalu percaya bahwa rasa kopi bisa ditebak dari cara seorang barista memperlakukan bijinya.

“Mas lebih suka kopi yang bercerita pelan atau yang langsung nendang?” tanya seorang barista sambil tersenyum.

Pertanyaan itu membuat Andra tertawa kecil. Ia tidak pernah memikirkan kopi sedalam itu. Namun di Penalama, ia merasa pertanyaan tersebut masuk akal karena kedai ini tidak menganggap kopi sebagai sekadar minuman, melainkan dialog.

Baca Juga: 5 Hidden Gem Kafe di Bogor yang Jarang Diketahui, Tapi Menunya Bikin Ketagihan

Perjalanan Rasa dari Biji Lokal

Salah satu identitas kuat Penalama Bogor adalah komitmennya pada biji kopi lokal, terutama dari petani Jawa Barat. Bukan semata-mata demi konsep, tetapi karena mereka ingin rasa kopi memiliki kesinambungan dengan tanah tempat kedai ini berdiri.

Setiap tegukan kopi membawa cerita: tentang petani yang memanen dengan tangan, tentang proses sangrai yang disesuaikan dengan karakter biji, dan tentang cara penyajian yang dikerjakan dengan kesabaran.

Andra merasa ada kedalaman yang tidak ia temukan di tempat lain. Rasa kopi di Penalama bukan hanya tentang pahit, asam, atau manis. Ada sesuatu yang lebih luas seperti perjalanan.

Baca Juga: Deretan Kafe Populer di Bogor yang Wajib Dikunjungi, Menu Andalannya Bikin Ketagihan

Seni Melambat dalam Secangkir Kopi

Yang paling menarik dari Penalama Coffee Bogor bukanlah menu atau dekorasinya. Yang membuat orang kembali adalah bagaimana kedai ini membuat mereka melambat bukan dengan memaksa, tetapi dengan menghadirkan suasana yang seolah mengingatkan tidak apa-apa istirahat sebentar.

Andra memperhatikan pengunjung lain. Ada yang menulis di notebook lusuh, ada yang memandangi hujan lewat jendela, ada yang duduk berdua tanpa banyak bicara, seakan tempat itu memberi ruang agar orang bisa hadir apa adanya.

Di dunia yang bergerak terlalu cepat, Penalama memberi ritme baru: ritme yang kembali pada manusia.

Baca Juga: Gelombang Promo Kafe Bogor! Mengapa Diskon Kopi Kini Jadi Strategi Bertahan Pelaku Kuliner?

Ruang yang Diciptakan untuk Kehadiran

Berbeda dengan kedai yang mengejar estetika modern, Penalama membiarkan ruangnya bekerja sendiri. Tidak ada dekor yang mendominasi. Tidak ada sudut yang memaksa orang mengambil foto. Justru karena itu, banyak pengunjung merasa lebih bebas.

Ketenangan ini sering kali menjadi alasan orang menyebutnya salah satu permata tersembunyi di Bogor. Meskipun tidak dipromosikan besar-besaran, Penalama tumbuh melalui cerita dari mulut ke mulut—cara paling tulus bagi sebuah kedai untuk dikenal.

Baca Juga: Deretan Kafe Populer di Bogor yang Wajib Dikunjungi, Menu Andalannya Bikin Ketagihan

Pulang dengan Rasa yang Bertahan

Ketika kopi Andra habis, ia tidak langsung berdiri. Ada rasa yang tertinggal, bukan hanya rasa kopi, tapi rasa menemukan tempat yang membuat dirinya hadir sepenuhnya.

Saat ia akhirnya keluar, hujan kembali turun. Namun langkahnya lebih pelan, lebih ringan.

Di ambang pintu, barista tadi mengangguk sambil berkata, “Sampai jumpa lagi, Mas.”

Andra tersenyum. Ia tahu itu bukan basa-basi.
Dan tanpa perlu alasan rumit, ia tahu ia akan kembali ke Penalama Bogor tempat di mana secangkir kopi mengajarkan ulang cara menikmati waktu.

About Author

Dea

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *