Sehari di Dairyland Cimory, Tempat Anak dan Orang Dewasa Sama-Sama Menemukan Senyum
Pagi itu, langit Bogor masih menyisakan warna biru muda ketika Maya menggandeng tangan putrinya, Lila, memasuki area dairyland cimory. Udara sejuk menyambut mereka, membawa aroma rumput basah dan wangi susu segar yang samar-samar tercium dari bangunan farmhouse. Lila yang biasanya pemalu tiba-tiba menarik tangan ibunya begitu melihat hamparan rumput hijau dan kandang hewan di kejauhan.
“Bu, itu sapinya beneran?!” serunya dengan mata berbinar.
Maya tertawa kecil. “Iya, sayang. Hari ini kita kenalan sama hewan-hewan, ya?”
Setelah seminggu penuh bekerja dan hampir tak punya waktu berkualitas bersama anaknya, ia tahu tempat ini akan menjadi jeda yang mereka butuhkan. Bogor selalu punya cara mengobati lelah, tapi hari itu terasa lebih spesial.
Baca Juga: Ramai Dibicarakan, Ini Alasan Generasi Muda Betah Berjam-Jam di Cora Clay Cafe
Suasana Lembut yang Mengajak Orang Melambat
Begitu melangkah lebih dalam, Maya memperhatikan betapa ramah dan tenangnya suasana cimory dairyland bogor. Anak-anak berlarian kecil di tengah padang rumput buatan, sementara orang tua duduk santai memotret dari kejauhan. Bangunan putih ala farmhouse Eropa berdiri manis, membuat tempat ini bak desa kecil di luar negeri.
Tidak ada keramaian berlebih meski pengunjung sudah mulai berdatangan. Staf dengan kostum peternak menyapa setiap anak yang lewat, membuat suasana makin hangat. Lila sesekali melambaikan tangan pada mereka, sesuatu yang jarang ia lakukan di rumah.
Maya merasakan dadanya menghangat. Ada rasa sederhana yang sulit ia dapatkan di tengah rutinitas kota.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Studio Keramik, Cora Clay Cafe Ternyata Punya Menu yang Menghadirkan Kenangan
Mencoba Wahana dan Membuat Kenangan Baru
Salah satu daya tarik yang membuat banyak keluarga penasaran adalah wahana cimory puncak terbaru yang ditata rapi di satu area khusus. Ada rumah kelinci, area memberi makan domba, kandang sapi perah, hingga bird aviary kecil tempat burung-burung warna-warni beterbangan.
Lila mendekat pelan ke kandang domba, membawa segenggam makanan yang disediakan petugas.
“Bu… dia makan dari tangan aku!” Lila hampir berteriak karena terlalu senang.
Maya mengabadikan momen itu. Foto yang mungkin akan ia simpan bertahun-tahun, sebagai pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu butuh hal besar.
Mereka kemudian mencoba wahana kereta mini yang berkeliling area peternakan. Keretanya kecil, tapi bagi Lila dunia terasa lebih luas dari sebelumnya. Maya duduk di sampingnya, menikmati angin yang menyapu wajah dan pemandangan hijau yang terasa seperti istirahat mental.
Baca Juga: Ramai Dibicarakan, Ini Alasan Generasi Muda Betah Berjam-Jam di Cora Clay Cafe
Soal Harga Tiket dan Nilai yang Tidak Tertulis
Saat istirahat di bajo shade dekat café, Maya membuka ponselnya. Ia melihat beberapa review orang yang membahas soal harga tiket dairyland. Banyak yang menilai harganya cukup wajar, apalagi untuk ukuran wisata edukatif yang rapi, aman, dan cocok untuk keluarga.
Bagi Maya, nilai sebenarnya ada pada hal-hal kecil tawa Lila, percakapan ringan yang selama ini sulit terjadi, dan momen ketika anaknya berani memberi makan sapi untuk pertama kalinya.
Ia menatap Lila yang sedang meneguk yogurt rasa stroberi produk khas Cimory. Wajah kecil itu tampak puas. Harga tiket, pikir Maya, hanyalah angka. Yang ia dapat jauh lebih dari itu.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Kafe, Asimetri Kopi Menjadi Ruang Aman bagi Kreator dan Jiwa-Jiwa Sunyi
Tempat di Mana Keluarga Bisa Benar-Benar Hadir
Dairyland memang sering disebut sebagai salah satu wisata keluarga Bogor yang paling konsisten ramai, namun tetap nyaman. Ruang terbuka luas, jalur yang ramah stroller, kandang hewan yang bersih, hingga café yang menjual makanan hangat—semuanya terasa dirancang untuk orang-orang yang ingin berhenti sejenak dari kehidupan yang serba cepat.
Maya menyadari sesuatu: tempat ini tidak mencoba menjadi wahana spektakuler. Tidak ada atraksi yang memaksa pengunjung terhibur. Yang ada hanyalah suasana lembut yang memberi ruang bagi keluarga untuk “hadir” sepenuhnya.
Dan itu jarang sekali ditemukan.
Baca Juga: Bagaimana Asimetri Kopi Menyusun Identitas Rasa yang Membuat Banyak Orang Kembali Lagi
Hal-Hal Kecil yang Membuat Dairyland Begitu Disukai
1. Hewan yang jinak dan terawat
Membuat anak merasa aman saat berinteraksi.
2. Area terbuka yang luas
Orang tua bisa membiarkan anak bermain tanpa terlalu khawatir.
3. Café Cimory yang hangat
Tempat ideal untuk istirahat sambil menikmati yogurt atau susu segar.
4. Banyak spot foto natural
Tidak dipaksakan, tetap cantik, dan terasa alami.
Baca Juga: Mengapa Banyak Anak Muda Memilih Asimetri Kopi Sebagai Tempat Bekerja dan Belajar
Pulang dengan Hati Lebih Ringan
Sore menjelang ketika Maya dan Lila berjalan menuju pintu keluar. Matahari mulai meredup, meninggalkan warna keemasan di langit. Lila menggenggam tangan ibunya erat-erat.
“Bu… nanti kita ke sini lagi ya?”
Maya tersenyum. Hari itu sederhana, namun terasa penuh. “Iya, sayang. Kita ke sini lagi.”
Ketika mereka melewati gerbang Dairyland Cimory, Maya tahu satu hal: ia datang untuk memberi waktu bagi anaknya, tapi pulang dengan sesuatu yang juga menyembuhkan dirinya sendiri.
Dan mungkin, di peternakan kecil itu, keduanya belajar bahwa kebahagiaan bisa ditemukan dalam langkah-langkah pelan.